Membuat PC Router Menggunakan Free BSD
PC Router merupakan sebuah pc yang dapat berfungsi sebagai router yang dapat megghubungkan ke sebuah network. Yang harus dipersiapkan untuk merubah pc menjadi pc router :
1. Memiliki lebih dari satu NIC(NAT),
2. Lakukan konfigurasi IP Forward,dan
3. Memiliki konfigurasi network dan routing. ALAT DAN BAHAN
- VMware
- ubuntu-server.iso 8.04(sebagai OS Client)
- Free BSD 2.02 (sebagai OS PC Router)
LANGKAH KERJA
1. Setting VMware
- Buat Virtual Machine dengan ubuntu srver 8.04.iso lalu siapkan 2 buah client
- Buat Virtual Machine dengan Free BSD 2.02 lalu siapkan 1 buah router
- Dan jangan lupa setting semua machine dengan NIC(NAT),dan untuk Router setting 2 buah NIC.
2. Konfigurasi Router 1
- Setting ip forward
# ee /etc/sysctl.conf
Masukkan --> net.inet.ip.forwarding=1
Lihat interface mana yang tersedia pada pc.
# ifconfig –a
Misal lnc0 dan lnc1
- Konfigurasi Network dan Routing
# ee /etc/rc.conf
Masukkan :
gateway_enable=”YES”
router_enable=”YES”
ifconfig lnc0 192.16.16.1 netmask 255.255.255.0
ifconfig lnc1 192.16.17.1 netmask 255.255.255.0
static_routes=”sample1 sample2”
route_sample1=”192.16.18.0/24 192.16.17.2”
route_sample2=”192.16.19.0/24 192.16.17.2”
- Save lalu keluar
- # sh /etc/netstart
3. Konfigurasi Router 2
- Setting ip forward
# ee /etc/sysctl.conf
Masukkan --> net.inet.ip.forwarding=1
- Lihat interface mana yang tersedia pada pc.
# ifconfig –a
Misal lnc0 dan lnc1
- Konfigurasi Network dan Routing
# ee /etc/rc.conf
Masukkan :
gateway_enable=”YES”
router_enable=”YES”
ifconfig lnc0 192.16.17.2 netmask 255.255.255.0
ifconfig lnc1 192.16.18.1 netmask 255.255.255.0
static_routes=”sample1 sample2”
route_sample1=”192.16.16.0/24 192.16.17.2”
route_sample2=”192.16.19.0/24 192.16.18.2”
- Save lalu keluar
# sh /etc/netstart
4. Konfigurasi Router 3
- Setting ip forward
# ee /etc/sysctl.conf
Masukkan --> net.inet.ip.forwarding=1
- Lihat interface mana yang tersedia pada pc.
# ifconfig –a
Misal lnc0 dan lnc1
- Konfigurasi Network dan Routing
# ee /etc/rc.conf
Masukkan :
gateway_enable=”YES”
router_enable=”YES”
ifconfig lnc0 192.16.18.2 netmask 255.255.255.0
ifconfig lnc1 192.16.19.1 netmask 255.255.255.0
static_routes=”sample1 sample2”
route_sample1=”192.16.16.0/24 192.16.18.1”
route_sample2=”192.16.17.0/24 192.16.18.1”
- Save lalu keluar
# sh /etc/netstart
5. Konfigurasi Client 1
- # sudo -i
- # nano /etc/network/interfaces
Ketikkan teks berikut
auto eth1
iface eth1 inet static
address 192.16.16.2
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.16.16.255
gateway 192.16.16.1
Save lalu keluar
- # invoke-rc.d networking restart
6. Konfigurasi Client 2
- # sudo -i
- # nano /etc/network/interfaces
Ketikkan teks berikut
auto eth1
iface eth1inet static
address 192.16.19.2
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.16.19.2
gateway 192.16.19.1
Save lalu keluar
- # invoke-rc.d networking restart
7. Test Router
- Pada Client 1
# ping 192.16.19.2
# traceroute 192.16.19.2
- Pada Client 2
# ping 192.16.16.1
# traceroute 192.16.16.1
- Koneksi dikatakan berhasil jika saat perintah ping dilalukan keluar tulisan 64 bytes from destination,dan Pastikan traceroute telah diinstal (jika belum, instal pake apt-get install traceroute)
8. Kesimpulan
- Traceroute berfungsi untuk mengetahui berapa banyak hop yang dilewati ketika melakukan routing.
- Dalam membuat PC Router, dibutuhkan ketelitian dan kelengkapan dalam membuat semua konfigurasinya. Karena jika ada yang terlewat salah satu maka koneksi tidak akan berhasil.
- Pastikan device dalam keadaan hidup ketika kita ingin mencoba koneksi dengan menggunakan PC router.
- Pada praktikum ini, network dimasukkan dengan cara memasukkan perintah route add ke dalam file /etc/sysctl.conf Hal ini dimaksudkan agar ketika di restart, konfigurasi routing tidak kembali ke default/hilang.
MENGINSTALASI WIFI LAN
Akhir-akhir ini kebutuhan akan layanan WLAN mengalami peningkatan, tidak hanya untuk keperluan area indoor namun juga meliputi area outdoor. Salah satu factor pendorong kebutuhan akan aplikasi outdoor dimaksud adalah adanya pembebasan frekuensi 2,4 GHz. Beberapa contoh area yang membutuhkan layanan WLAN outdoor adalah area taman, swimming pool, kampus, apartemen atau perumahan. Berdasarkan kondisi dimaksud maka diperlukan suatu uji performansi WLAN untuk aplikasi outdoor. Hal tersebut disebabkan biasanya WLAN dipakai untuk aplikasi indoor seperti lobi hotel, lounge, perkantoran, di dalam rumah atau dalam lingkungan kampus.
Konfigurasi
Pengujian performansi WLAN outdoor dilakukan di lingkungan RisTI. Secara generik konfigurasi pengujiannnya adalah seperti terlihat pada gambar 1. Dari Gambar tersebut konfigurasi terbagi menjadi 3 bagian yaitu segmen intranet/internet, segmen lokasi RisTI dan segmen lokasi hotspot outdoor.
Segmen intranet/internet satu lokasi dengan segmen RisTI (terdiri dari perangkat server, HUB, AP dan eksternal antena. Sedangkan segmen hotspot outdoor merupakan bagian dari user client.
Perangkat yang Diperlukan
Di dalam pengujian perangkat WLAN outdoor ini, digunakan beberapa perangkat inti dan perangkat pendukung.
- Perangkat inti
Yang dimaksud dengan perangkat inti di sini adalah seluruh perangkat yang menyangkut sistem WLAN outdoor. Terdiri dari:
§ HUB
Merupakan perangkat interface antara AP dengan segmen intranet RisTI. Selain tersambung ke AP outdoor Hub juga disambungkan dengan PC server sebagai titik referensi dalam pengujian.
§ AP (Access Point)
Access Point (AP) merupakan perangkat tranceiver (transmitter/receiver) yang terhubung dengan LAN (Local Area Network) existing. Access point berfungsi sebagai receiver, buffer, dan transmitter untuk tiap data yang dikirimkan dalam infrastruktur jaringan LAN kabel maupun wireless. Pada hotspot outdoor, access point dipasang pada area outdoor untuk menjangkau client yang berada pada area outdoor.
§ Antena
Antena yang dimaksud di sini merupakan eksternal antena jadi bukan integrated dengan AP atau di client. Antena yang digunakan terdiri dari antena sectoral (90o)16 dBi dan antena omni 8 dBi untuk access point dan antenna directional 14 dBi pada sisi client.
§ WLAN card
WLAN card merupakan perangkat tambahan yang dipasang di sisi client agar bisa berkomunikasi dengan AP. WLAN card yang digunakan berupa pure PCMCIA card, PCMCIA card yang disambung dengan directional antena dan AP yang difungsikan sebagai client. Semua perangkat tersebut disambungkan dengan notebook sebagai clientnya.
- Perangkat tambahan
Perangkat tambahan difungsikan sebagai alat bantu dalam proses pengujian performansi WLAN outdoor. Terdiri dari:
§ GPS
Difungsikan untuk mengukur jarak antara AP dengan client.
§ Kamera
Untuk mendokumentasikan proses dan hasil pengukuran
§ Teropong
Untuk mengecek status LOS atau non LOS antara client dan AP
Proses Pengukuran
Proses pengukuran dimulai dengan proses pengujian koneksi di lokasi laboratorium dilanjutkan dengan instalasi AP di tower RisTI. Setelah proses intalasi AP selesai, maka dilakukan pengukuran ke lokasi outdoor. Proses pengukuran dilakukan mulai jarak 93 m sampai jarak sekitar 615 m. Sebagai gambaran proses pengukuran, maka terlampir merupakan hasil dokumentasinya:
Parameter Pengukuran
Parameter yang akan diukur pada uji performansi WLAN outdoor ini meliputi:
- Scanning
Scanning bertujuan untuk mengetahui kuat sinyal dari AP yang dicoba. Selain itu dengan scanning akan dapat diketahui berapa jumlah sinyal dari AP lain (liar) yang bisa ditangkap oleh client. Hal tersebut dapat diketahui karena akan muncul banyaknya SSID yang dapat ditangkap client. Dengan demikian scanning juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat kepadatan fekuensi 2,4 GHz yang digunakan oleh WLAN. Terlampir merupakan contoh SSID yang bisa dideteksi oleh client (dengan software netstumbler).
- Throughput sinyal
Throughput merupakan data rate yang diterima di sisi client. Besarnya throughput ini sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya kuat sinyal yang diterima oleh client dan kondisi udara (apakah ada interference atau cuaca). Pengukuran throughput dilakukan dengan menggunakan software iperf.
- Stabilitas
Stabilitas hubungan antara client dan AP dapat diketahui dengan mengunakan aplikasi ping. Bila hubungan tidak stabil, maka ditunjukkan dengan adanya jeda timeout.
- Koneksi ke Internet
Setelah dicoba dengan ping maka selanjutnya dilakukan hubungan ke akses internet. Pengujian ini dilakukan dengan mengakses http://ketapangindah.blogspot.com/.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar