1. Landasan Teori Umum
· Pengertian Rem
Rem adalah komponen pengontrol umum untuk mengontrol kendaraan dan lainnya, dengan gerakan antara bagian yang berputar yaitu piringan dengan kanvas.
Laju kendaraan harus dapat dihentikan dengan paksa, maksudnya tidak harus menunggu kendaraan berhenti dengan sendirinya. Hal ini untuk keselamatan, kemudahan dan efisiensi waktu.
a. Fungsi Rem :
Ø Mengontrol laju kendaraan saat berjalan
Ø Menghentikan kendaraan saat akan berhenti
Ø Menghentikan kendaraan saat parkir
b. Syarat Rem :
Ø Mempunyai daya pengereman yang baik
Ø Rem harus mudah diperiksa dan distel
Ø Mudah dalam pengoperasian
c. Macam-macam Rem :
Ø Menurut Tempatnya
1) Rem pada roda
2) Rem pada propeller shaft
Ø Menurut Letak
1) Rem tangan
2) Rem kaki
Ø Menurut konstruksinya
1) Rem Cakram
2) Rem tromol
Ø Menurut mekanisme penggeraknya
1) Rem Tromol
2) Rem hidrolik
3) Rem udara
4) Rem vacuum
5) Rem booster
Ø Gaya gerak rem tergantung pada :
1) Luas permukaan
2) Besarnya tekanan
2. Landasan Teori Khusus
Sistim rem tromol lebih banyak digunakan pada kendaraan roda empat maupun roda dua, karena mekanisme rem ini menggunakan sistim hidrolik dalam pengeremanya. Dimana mempunyai hasil pengereman yang lebih merata pada setiap roda. Dalam sistim hidrolik ini menggunakan minyak rem sebagai penggerak, dimana kerjanya berdasarkan hukum Pascal.
a. Komponen-komponen rem tromol :
1) Kanvas dan sepatu rem
Kanvas terpasang pada sepatu rem dengan cara dikeling yang berfungsi menekan putaran tromol rem pada saat kendaraan dihentikan.
2) Tromol rem
Fungsinya sebagai penahan putaran pada saat proses penggerakan berlangsung.
3) Silinder rod
Terdiri dari bodi dan piston, berfungsi untuk mendorong septum rem ke tromol dengan adanya tekanan hidrolik dari master silinder.
4) Piston
Fungsinya sebagai tenaga penggerak kedua kanvas rem karena terjadi pada master silinder yang diteruskan ke silinder roda dan tekanan tersebut dilanjutkan oleh piston menekan masing-masing sepatu rem.
5) Baut penyetel
Fungsinya menyetal kerenggangan kanvas rem dengan tromol rem dengan cara memutar ke kiri atau ke kanan baut penyetel.
6) Pegas pengembali
Berfungsi untuk mengembalikan kanvas rem dan piston ke posisi semula setelah melakukan pengereman.
7) Bleeder plug
Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terdapat pada pipa.
8) Backing plate
Berfungsi sebagai tumpuan untuk menekan putaran drum sekaligus sebagai dudukan silinder roda.
b. Cara kerja rem tromol :
1) Pada saat pedal rem diinjak
Apabila pedal rem diinjak maka tuas master silinder akan mendorong piston dan minyak rem didalam master akan terdorong oleh piston ke dalam pipa saluran tinggi. Minyak rem didalam pipa akan diteruskan ke silinder roda. Pada silinder roda, piston akan mendorong kanvas sehingga akan terjadi pengereman.
2) Pada saat pedal dilepas
Apabila pedal dilepas maka pushrod akan bergerak mundur dan piston akan ikut bergerak mundur mengikuti pushrod. Karena pushrod tidak mampu mengalahkan tenagan pegas maka volume dalam ruang silinder membesar dan tekanan mengecil akibatnya pada sepatu rem akan kembali seperti semula.
I. Trouble Shooting Pada Rem Tromol
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü Pengereman tidak bekerja
Pada saat pedal rem di injak trta[I kendaraan tetap barjalan dan tidak terjadi pengereman.
Penyebab :
1) Kekurangan minyak rem
2) Terdapat kebocoran pada pipa/sambungan
3) Silinder utama mengalami kebocoran
Cara mengatasi :
1) Tambahkan minyak rem
2) Cari bagian yang mengalami kebocoran dan perbaiki
3) Perbaiki kerusakan silinder utama
ü Rem bunyi
Penyebab :
1) Kanvas ren aus/rusak
2) Bantalan roda longgar
3) Kontak yang tidak tepat antara kanvas dan tromol
Cara mengatasi :
1) Ganti kanvas rem
2) Kelonggaran bantalan roda diperbaiki
3) Penyetelan kontak antara tromol dengan kanvas rem
B. Data Spesifikasi
Diameter dalam tromol
Srandart : 220 mm
Limit : 222 mm
Celah sepatu/kanvas dengan tromol
Standart : 7,5 mm
Limit : 3 mm
Pedal rem
Tinggi pedal : 154,7 – 164,7 mm
Gerak bebas pedal : 3-6 mm
Jarak cadangan prdal : > 65 mm
C. Alat dan Bahan
a. Mobil dengan rem tromol
b. Kunci roda
c. Dongkrak
d. Kunci pas 10-11
e. Kunci pas 12-13
f. Tang
h. Obeng
j. Jangka sorong
k. Majun
l. Kompressor dan minyak rem
D. Proses Kerja
Keselamatam kerja :
ü Menggunakan pakaian kerja
ü Menggunakan alat sesuai dengan fungsinya
ü Membongkar, merakit dan memasang sesuai prosedur
ü Meletakkan komponen-komponen yang sudah terbongkar pada tempat yang telah disediakan
ü Apabila ada kesulitan tanyakan pada instruktur
ü Mematuhi peraturan bengkel
ü Menjaga kebersihan bengkel
E. Pembongkaran Rem Tromol
1) Angkat kendaraan dengan dongkrak
2) Kendorkan baut pengikat roda
3) Lepaskan roda
4) Lepaskan tutup tromol
5) Lepaskan sepatu rem
6) Lepas pegas pengembali
7) Lepas kabel rem tangan
8) Lepas tuas rem tangan
9) Lepas silinder roda
10) Lepas baut mounting silinder roda
11) Lepaskan cirdip kabel rem tangan dan rem tangan dari back plate
12) Lepas mur retainder roda
13) Gunakan STT untuk mengeluarkan shaft dengan back plat
14) Lepas back plate
F. Pemeriksaan Rem Tromol
1) Memeriksa tromol dari keausan, retak dan berkarat serta ukur diameter dalam tromol
2) Memeriksa ketebalan kanvas, bila ketebalan kanvas dibawah standart/limit maka kanvas harus diganti. Bila yang aus salah satu shoe maka penggantiannya harus 1 set
3) Memeriksa silinder roda dari keausan, kerusakan, retak dan berkarat
4) Periksa strut rem dari kerusakan
5) Periksa pegas-pegas dari karat aus dan lain-lain
6) Periksa tuas sepatu rem tangan dari kerusakan
G. Perbaikan Rem Tromol
1) Mengganti kanvas rem yang sudah aus
Bila kanva sudah tidak memenuhi standart/limit, makakanvas harus dig anti dengan yang baru.
2) Mengganti piston cup
Piston cup yang sudah sobek harus diganti, karena apabila piston cup tidak diganti maka pada saat di lakukan pengereman akan terjadi kebocoran di dalam silinder sehingga pengereman tidak akan terjadi.
3) Membleeding minyak rem
Minyak rem yang kurang/kecil tekananya menyebabkan pengereman kurang baik karena terdapat gelembung udara di dalam reservoir/selang, sehingga minyak rem harus di bleeding.
H. Pemasangan Rem Tromol
1) Memasang back plate rem ke axle belakang
a) Lumasi sealent joint seam pad axle housing dan back plat
b) Pasang axle shaft ke axle housing belakang
c) Kencangkan mur back plat rem
d) Pasang silinder roda dan kencangkan baut silinder roda mur pipa rem
e) Pasang kabel rem tangan ke back plate
2) Memasang silinder roda
a) Berikan water fight sealent ke silinder roda lepaskan plug cup dari pipa rem dan pasangkan pipanya
b) Pasangkan silinder roda ke back plate dan kencangkan bautnya
c) Sambungkan pipa rem ke silinder roda dan kencangkan murnya
d) Pasang plug cup ketempatnya
3) Memasang shoe
a) Rakitlah part yang telah silepas sebelumnya
b) Pasangkan penahan spring dengan menekan dan memutarkan pin penahan
4) Memasang tromol rem
a) Untuk mendapatkan celah maximum antara shoe dengan tromol masukan obeng antara rod dan ratchet kemudian tekan ke bawah
b) Pasang tromol sesudah memastikan bahwa tidak ada kotoran dan oli didalamnya
c) Selesai melakukan pemasangan tekan pedal rem dengan beban 30 kg beberapa kali untuk memperoleh celah antara tromol dengan shoe
5) Pasangkan roda dan kencangkan mur-murnya
6) Periksa untuk memastikan apakah tromol dapat berputar dengan bebas (tidak tertahan oleh shoe) turunkan dongkrak dan lakukan pengetesan
I. Kesimpulan
Sistim rem tromol yang pengeremannya tidak bekerja d karenakan piston cup yang sudah rusak (pada karet sudah banyak terjadi sobekan) pada saat rem digunakan akan mengakibatkan daya pengereman kurang bahkan bisa tidak terjadi pengereman sama sekali, perbaikan yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti piston cup, melakukan pembleedingan dan penyetelan shoe tromol, agar rem dapat bekerja dengan baik.
Pengetesan
1. Pengetesan dalam keadaan diam
Yaitu dengan jalan penekanan pedal agak terasa keras, pada reservoir minyak rem terlihat bergerak bersamaan dengan pedal rem yang diinjak.
- Pengetesan dalam keadaan berjalan
Yaitu dengan pada saat kendaraan berjalan agak cepat lakukan pengereman secara tiba-tiba, hal ini dilakukan maju maupun mundur. Hal ini bartujuan untuk mengetahui kesetimbangan dari efek masing-masing roda.
B. DASAR TEORI SUSPENSI JENIS PEGAS DAUN
- Landasan Teori Umum
Sistim suspensi adalah suatu mekanisme yang dipasang antara rangka, body dan roda. Yang berfungsi untuk menahan dan meredam kejutan selain bermanfaat bagi umur kendaraan, suspensi juga sangat bermanfaat
Bagi pengemudi dan penumpang yaitu mereka lebih nyaman dalam mengemudikan kendaraan.
Getaran roda pada kendaraan atau mobil pada umunya diartikan sebagai gerakan yang terjadi pada spring weight, spring weight adalah berat mobil yang ditumpangi sistim suspensi. Gerakan yang mengakibatkan ujung depan dan ujung belakang mobil bergerak disekitar ttik berat kendaraan disebut piccing, gerakan kendaraan mengayun dari samping kanan ke samping kiri disebut rolling,sedangkan gerakan mobilke atas dan ke bawah disebut bouncing.
- Landasan Teori Khusus
Pegas daun adalah pegas yang menitik beratkan pada kekuatan sehingga dapat menerima beban yang besar. Pegas yang digunakan menggunakan pegas semi epticical, jumlah pegas ada 5 lembar pada masing-masing roda. Tebal tiap lembar pegas kurang lebih 28 mm. dengan panjangyang berbeda-beda. Lembaran pegas disatukan menggunakan baut pengikat pada bagian tengah pegas dan clamp. Pada kedua ujung pegas no.1 atau pegas terpanjang di buat lobang sebagai tempat pemasangan pada gantungan rangka. Pegas daun yang dipasang pada rangka samping menggunakan 2 baut U dan plat.
Pada kedua ujung pegas diberi lapisan karet khusus untuk menghilangkan bunyi karena gesekan antara plat saat pegas daun bekerja menerima beban, agar karet tidak lepas maka diberikan penguat.
Komponen-komponen suspensi pegas daun :
Macam - Macam pegas pada sistem suspensi
Kali ini saya akan membahas secara detail mengenai pegas yang digunakan pada sistem suspensi di mobil. Pegas adalah salah satu komponen dari suspensi yang berguna untuk meredam kejutan karena permukaan jalan yang tidak rata. Sebaiknya ada baca juga artikel saya tentang komponen - komponen sistem suspensi di sini. Seperti telah saya jelaskan dalam artikel sebelumnya bahwa pegas terdiri atas beberapa model atau macam yaitu:
1. Pegas daun
Untuk mengenali konstruksi pegas daun , silahkan Anda lihat pada gambar di bawah , Pegas daun ini banyak digunakan pada kendaraan dengan daya angkut yang sangat besar, seperti truk, bus, trailer dan lain - lain. Konstruksi pegas daun ini terdiri atas 3 sampai 10 lembar plat baja tipis yang disusun dengan pegas yang paling panjang terletak di bagian paling atas dan makin ke bawah makin pendek. Pada pegas yang paling atas , di bagian ujungnya digulung sehingga menyerupai mata pegas. Mata pegas inilah yang akan dikaitkan ke frame atau rangka kendaraan. Pegas daun dari yang atas sampai yang pendek ini disatukan dengan menggunakan spring clip. Di mana semua daun pegas ini berbentuk elips guna menambahkan daya elastisitas pegas tersebut. Kelebihan dari konstruksi pegas daun ini adalah konstruksinya yang kuat sehingga pegas daun ini cocok digunakan untuk kendaraan niaga berbeban berat. Namun pegas daun ini memakan tempat yang sangat banyak , serta jumlahnya pegas yang tidak sedikit sehingga harga dari pembuatannya tidak murah.
1. Pegas daun
Untuk mengenali konstruksi pegas daun , silahkan Anda lihat pada gambar di bawah , Pegas daun ini banyak digunakan pada kendaraan dengan daya angkut yang sangat besar, seperti truk, bus, trailer dan lain - lain. Konstruksi pegas daun ini terdiri atas 3 sampai 10 lembar plat baja tipis yang disusun dengan pegas yang paling panjang terletak di bagian paling atas dan makin ke bawah makin pendek. Pada pegas yang paling atas , di bagian ujungnya digulung sehingga menyerupai mata pegas. Mata pegas inilah yang akan dikaitkan ke frame atau rangka kendaraan. Pegas daun dari yang atas sampai yang pendek ini disatukan dengan menggunakan spring clip. Di mana semua daun pegas ini berbentuk elips guna menambahkan daya elastisitas pegas tersebut. Kelebihan dari konstruksi pegas daun ini adalah konstruksinya yang kuat sehingga pegas daun ini cocok digunakan untuk kendaraan niaga berbeban berat. Namun pegas daun ini memakan tempat yang sangat banyak , serta jumlahnya pegas yang tidak sedikit sehingga harga dari pembuatannya tidak murah.
2. Pegas ulir ( coil spring)
Pegas ulir ini dibuat dari batanga baja yang digulung sehingga menyerupai ulir. Pegas ulir ini lebih sensitif dalam menerima kejutan terhadap permukaan jalan yang tidak rata, hal ini disebabkan karean konstruksi pegas ulir yang lebih panjang daripada pegas daun. Selain itu gesekan tak akan terjadi bila terjadi defleksi ( penekan terhadap pegas karena gaya atau beban) , hal ini membuat pegas ulir lebih nyaman untuk digunakan pada suspensi kendaraan. Namun konstruksinya yang tidak terlalu kuat , membuat pegas ini hanya cocok digunakan pada suspensi depan mobil dan untuk mobil yang memiliki daya angkut tidak terlalu berat.
3. Pegas batang torsi
Pegas ini banyak digunakan pada kendaraan dengan daya angkut yang ringan. Konstruksi pegas ini terdiri atas sebuah batang baja yang pada kedua ujungnya terikat pada frame dan ujung satunya terikat pada lower arm ( lengan suspensi). Berbeda dengan pegas ulir , konstruksi dari pegas ini tidak digulung seperti ulir, namun konstruksinya terdiri atas sebuah batang baja yang utuh. Cara kerja pegas ini adalah menahan puntiran bila lower arm bergerak naik atau turun. akibat permukaan jalan yang tidak rata. Jadi pegas ini memiliki daya elastisitas terhadap puntiran dan bekerja dengan cara dipuntir. Konstruksi pegas ini sederhana , namun tidak kuat, karenanya pegas ini hanya cocok digunakan untuk kendaraan dengan daya angkut ringan.
Pegas ini banyak digunakan pada kendaraan dengan daya angkut yang ringan. Konstruksi pegas ini terdiri atas sebuah batang baja yang pada kedua ujungnya terikat pada frame dan ujung satunya terikat pada lower arm ( lengan suspensi). Berbeda dengan pegas ulir , konstruksi dari pegas ini tidak digulung seperti ulir, namun konstruksinya terdiri atas sebuah batang baja yang utuh. Cara kerja pegas ini adalah menahan puntiran bila lower arm bergerak naik atau turun. akibat permukaan jalan yang tidak rata. Jadi pegas ini memiliki daya elastisitas terhadap puntiran dan bekerja dengan cara dipuntir. Konstruksi pegas ini sederhana , namun tidak kuat, karenanya pegas ini hanya cocok digunakan untuk kendaraan dengan daya angkut ringan.
4. Pegas udara ( air suspension)
Pegas ini menggunakan tenaga udara yang tersimpan dalam bellows. Bellows inilah yang menggantikan tempat dari pegas daun dan pegas coil. Di mana pemasangan bellows ini diletakkan pada tempat pemasangan pegas daun atau pegas ulir. Kekerasan dari pegas ini berubah - ubah sesuai dengan beban kendaraan, sehingga pada saat kendaraan kosong maupun isi gaya pemegasan yang dihasilkan tetap sama nyamanya. Namun konstruksi pegas ini memerlukan sebuah pompa untuk menambahkan angin ke dalam bellows tersebut, karenanya tak semua kendaraan menggunakan pegas tipe ini .
Pegas ini menggunakan tenaga udara yang tersimpan dalam bellows. Bellows inilah yang menggantikan tempat dari pegas daun dan pegas coil. Di mana pemasangan bellows ini diletakkan pada tempat pemasangan pegas daun atau pegas ulir. Kekerasan dari pegas ini berubah - ubah sesuai dengan beban kendaraan, sehingga pada saat kendaraan kosong maupun isi gaya pemegasan yang dihasilkan tetap sama nyamanya. Namun konstruksi pegas ini memerlukan sebuah pompa untuk menambahkan angin ke dalam bellows tersebut, karenanya tak semua kendaraan menggunakan pegas tipe ini .
5. Pegas berlubang
Pegas ini terbuat dari karet di mana pada bagian tengahnya dibuat lubang. Pegas ini sebenarnya hanya kelengkapan dari sistem pegas yang memiliki fungsi yang cukup penting. Fungsi dari pegas ini adalah untuk melindungi komponen suspensi dari kerusakan akibat defleksi yang berlebihan .
Pegas ini terbuat dari karet di mana pada bagian tengahnya dibuat lubang. Pegas ini sebenarnya hanya kelengkapan dari sistem pegas yang memiliki fungsi yang cukup penting. Fungsi dari pegas ini adalah untuk melindungi komponen suspensi dari kerusakan akibat defleksi yang berlebihan .
1) Peredam kejutan
Fungsi untuk mendapatkan keseimbanagan yang sempurna.
2) Baud U
Berfungsi untuk menyatukan seluruh pegas sekaligus penghubungnya atau mengikat pada poros roda.
3) Iner clip
Berfungsi mengikat salah satu plat penyusun dengan plat lainya agar lebih menyatu.
4) Plat baud U
Berfungsi untuk tempat dudukan pegas daun pada poros roda dan rangka atau body.
5) Unit penyangga
Berfungsi untuk tempat dudukan pegas daun pada poros roda dan rangka atau body.
6) Karet pelapis
Berfungsi untuk melapisi anatara pelat baja yang satu dengan yang lainnya agar pada saat pemasangan tidak terjadi bunyi.
7) Baud inti fungsinya untuk mengikat seluruh plat baja menjadi satu kesatuan agar lebih kuat.
8) Lower dan upper arm
Berfungsi untuk dudukan suspensi pegas daun serta membebaskan roda untuk bergerak ke atas dan ke bawah. Komponen komponen suspensi
Pegas
Pegas berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda
agar tidak diteruskan ke bodi secara langsung, juga untuk mencegah daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.
beberapa tipe pegas
s/d
Pegas berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda
agar tidak diteruskan ke bodi secara langsung, juga untuk mencegah daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.
beberapa tipe pegas
s/d
b. Shock Absorber
Dalam menyerap kejutan-kejutan, pegas harus bekerja sama
dengan Shock absorber . Tanpa shock absorber pegas
akan bergetar naik turun lébih lama. Shock absorber mampu meredam
getaran pegas Seketika dan membuangnya menjadi energi panas.
Dalam menyerap kejutan-kejutan, pegas harus bekerja sama
dengan Shock absorber . Tanpa shock absorber pegas
akan bergetar naik turun lébih lama. Shock absorber mampu meredam
getaran pegas Seketika dan membuangnya menjadi energi panas.
c. Ball joint
Ball joint selain berfungsi sebagai sumbu putaran roda juga menerima beban vertikal maupun lateral. di dalam ball joint
terdapat gemuk untuk melumasi bagian yang bergesekan. Pada setiap
periode tertentu gemuk harus diganti.
Ball joint selain berfungsi sebagai sumbu putaran roda juga menerima beban vertikal maupun lateral. di dalam ball joint
terdapat gemuk untuk melumasi bagian yang bergesekan. Pada setiap
periode tertentu gemuk harus diganti.
Stabilizer bar
Stabilizer bar (batang penyetabil) berfungsi mengurangi kemiringan mobil akibat gaya sentrifugal pada saat mobil membelok. Disamping itu, untuk menambah daya jejak ban. Pada suspensi depan,
stabllizer bar biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan
karet dan linkage, Pada bagian tengah diikat ke rangka atau bodi
pada dua tempat melalui bushing.
Stabilizer bar (batang penyetabil) berfungsi mengurangi kemiringan mobil akibat gaya sentrifugal pada saat mobil membelok. Disamping itu, untuk menambah daya jejak ban. Pada suspensi depan,
stabllizer bar biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan
karet dan linkage, Pada bagian tengah diikat ke rangka atau bodi
pada dua tempat melalui bushing.
Strut bar
Strut bar berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak bergerak
mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak
rata atau dorongan akibat terjadi pengereman.
lateral control rod
komponen ini dipasang di antara poros penyangga (axel) dan bodi mobil. Fungsinya untuk menahan axel selalu pada posisinya bila menerima beban samping.
komponen ini dipasang di antara poros penyangga (axel) dan bodi mobil. Fungsinya untuk menahan axel selalu pada posisinya bila menerima beban samping.
Model-model suspensi
Menurut konstruksinya ada dua modal utama suspensi, yaitu
suspensi poros kaku dan suspensi bebas.
Menurut konstruksinya ada dua modal utama suspensi, yaitu
suspensi poros kaku dan suspensi bebas.
Suspensi poros kuku (suspensi rigid)
Semula semua suspensi mobil menggunakan model ini, bahkan
sekarang pun masih banyak digunakan pada kendaraan berat. Poros kaku
(yang tunggal) dihubungkan ke rangka atau bodi dengan pegas (pagas
daun atau pegas koil) dan shock absorber Jadi, tidak ada lengan-lengan
suspensi seperti pada suspensi independen.
Semula semua suspensi mobil menggunakan model ini, bahkan
sekarang pun masih banyak digunakan pada kendaraan berat. Poros kaku
(yang tunggal) dihubungkan ke rangka atau bodi dengan pegas (pagas
daun atau pegas koil) dan shock absorber Jadi, tidak ada lengan-lengan
suspensi seperti pada suspensi independen.
b. Suspensi bebas (suspensi independen)
Biasanya suspensi independen ini digunakan pada roda
mobil penumpang atau truk kecil. Tetapi sekarang suspensi bebas
banyak digunakan juga pada roda belakang mobil penumpang.
Pada suspensi independen roda-roda kiri dan kanan tidak dihubungkan secara langsung pada poros tunggal. Kedua roda bergerak secara bebas tanpa saling mempengaruhi.
Dengan demikian, gangguan terhadap sebuah roda ditanggulangi hanya roda itu saja. Salah satu model suspensi independen ditunjukkan pada
Biasanya suspensi independen ini digunakan pada roda
mobil penumpang atau truk kecil. Tetapi sekarang suspensi bebas
banyak digunakan juga pada roda belakang mobil penumpang.
Pada suspensi independen roda-roda kiri dan kanan tidak dihubungkan secara langsung pada poros tunggal. Kedua roda bergerak secara bebas tanpa saling mempengaruhi.
Dengan demikian, gangguan terhadap sebuah roda ditanggulangi hanya roda itu saja. Salah satu model suspensi independen ditunjukkan pada
II. Trouble Shooting Pada Suspensi Jenis Pegas Daun
A. Gangguan-gangguan Yang Dialami Adalah :
ü Kendaraan bergoyang/pantulanya tidak baik
Penyebab :
1) Peredam kejutnya patah
2) Mur pengikat baut U kurang kencang
Cara mengatasi :
1) Ganti peredam kejut yang patah
2) Kencangkan mur pengikat baut U sesuai spesifikasi.
ü Kendaraan tidak nyaman waktu dikendarai
Penyebab :
1) Pegas daun patah
2) Peredam kejut lepas/patah
Cara mengatasi :
1) Ganti pegas daun yang patah
2) Jika peredam kejut lepas pasang kembali dan jika patah harus diganti
B. Pemeriksaan Pendahuluan
Sebelum melakukan perbaikan, pasti ada yang timbul dari kendaraan tersebut, dan harus diperiksa terlebih dahulu. Tempatkan kendaraan pada tempat yang rata (diam dan belum ada beban) lalu tekan kendaraan apakah pegas daunya bekerja dengan baik ataukah tidak.
C. Alat dan Bahan
1. Kunci pas
2. Kunci ring
3. Kunci inggris
4. Kunci sock
5. Obeng (-) dan (+)
6. Palu
7. Feller gauge
8. Katrol
9. Tang jeit
10. Tang biasa
11. Kunci T
12. Kunci roda
13. Dongkrak
14. Ring expander
15. SST
D. Proses Kerja
- Langkah keamanan
a) Carilah tempat yang rata dan bersih
b) Siapkan alat-alat yang dibutuhkan
c) Pakailah wearpack
- Pembongkaran/melepas shock absorber belakang
a) Dongkrak kendaraan
b) Lepas mur mounting bawah
c) Leaskan mur mounting atas kemudian lepaskan shock absorbernya
- Melepas pegas daun
a) Angkat kendaraan (dongkrak) dengan menggunakan shald rigid untuk menopang body kendaraan
Catatan : Janagan menggantungkan axle housing dengan menggunakan brake house atau pipa selang rem hal tersebut akan mengakibatkan kerusakan pada house dan pipa. Gunakan stand untuk menompang axle housing seperti tampak pada gambar.
b) Lepaskan roda belakang dan clamp kabel rem tangan
c) Lepaskan baud dan mur U
d) Lepaskan mur dan pin chasis
e) Lepaskan mur baud depan leaf spring dan lepaskan spring
- Melepas suspensi belakang
E. Pemeriksaan Suspensi Jenis Pegas Daun
- Periksa shock absorber belakang dari :
Periksa dari kemungkinan aus dan kerusakan
a) Periksa busing-busing dari keruskan dan aus
b) Periksa dari kebocoran oli
c) Bila ada kelainan dari komponen yang diperiksa maka gantilah segera
- Periksa daun bump stopper
Periksa dari kemungkinan kerusakan atau patah, jika terdapat kelainan maka gantilah segera lalu periksa bump stopper dari posisinya, bila tidak sesuai dengan ketentuan maka gantilah segera.
- Periksa bush per daun
Periksa dari kerusakan atau aus, bila ada kerusakan gantilah segera.
- Periksa wheel disk, mur dan bearing
a) Periksa wheel disk dari kebocoran, karat dan retak. Bila ada kelainan harus diganti
b) Periksa kekencangan mur wheel (roda) bila perlu kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
Momen pengencangan (@) : 1.013.0 kgm.
- Periksa keadaaan bearing roda, dari ke rusakan pada saat mainnya roda.
Gunakan DTI (Dial Indikator)
Batas main “a” : 0.8 mm
Bila diluar batas main, gantilah segera
- Dengan memutar roda, periksa bearing dari suara tidak normal, bila ada maka gantilah bearing.
F. Pemasangan Suspensi Jenis Pegas Daun
- Pemasangan shock absorber
Langkah pemasangan shock absorber :
a) Pasang shock absorber
b) Kencangkan murnya sesuai dengan spesifikasi
· 2.2-3.5 Kg/m
· 3.5-5.5 Kg/m
c) Turunkan kendaraan
- Pemasangan pegas
Catatan : Leaf spring kiri dan kanan dibuat tidak sama untuk prosedur pemasanganya pakailah baud rubber slippada spring yang terpasang dari arah dalam ke arah luar krndaraan.
Bersihkan pin brush dengan air/sabun.
Jangan memberikan oli pada brush
a) Pasang baud leaf spring dari arah luar kendaraan kea rah dalam
b) Pasang knuckle pin dari tengah ke luar kendaraan
c) Pasang baud dan mur U pada lubang dudukan spring dengan benar, kemudian kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
“a” : 8.0-1.0 kg/m
d) Kencangkan mur-mur pin dan mur spring depan sesuai dengan spesifikasinya.
Momen pengencangan :
“a” : 8.0-10.0 kg/cm
“b” : 4.0-5.0 kg/cm
e) Pasang kabel remt tangan dan clam dengan baik
f) Pasang roda belakang dan kencangkan sesuai dengan spesifikasinya
g) Turunkan kendaraan
G. Perbaikan Suspensi Jenis Pegas Daun
a. Apabila pegas daun sudah robek/patah, maka dapat diperbaiki dengan disambung menggunakan las. Tetapi kekuatannya akan berkurang, jadi lebih baik diganti dengan yang baru.
b. Jika shock absorber sudah tidak dapat bekerja maka harus diganti.
c. Jika baud U dan inti ulirnya sudah aus maka harus segera diganti agar dapat mengikat dengan kuat jika tidak diganti akan timbul bunyi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar